Rabu, 18 September 2013
Tahun Baru Resolusi Lama
Tahun Baru Resolusi Lama
Kata orang-orang, bagaimana kita merayakan tahun baru akan menandakan bagaimana tahun itu akan berjalan buat kita. Mereka yang merayakannya bersama teman-teman masing-masing, misalnya, diramalkan sepanjang tahun akan penuh dengan teman-teman yang baru, atau malah makin akrab dengan teman-teman mereka yang lama. Sedangkan, mereka yang menghabiskan malam tahun baru berduaan dengan pacarnya, mungkin berciuman pas lagi ada kembang api, katanya bakalan mengalami tahun baru yang romantis. Gue sendiri, menghabiskan malam tahun baru 2012 dengan duduk di sofa, makan ayam goreng, ditemenin kucing gue, dan nonton National Geographic Wild tentang dokumenter seekor anak babon yang terpisah dari keluarganya. Entah seperti apa tahun ini akan berjalan buat gue.
Satu hal yang menjadi tren setiap tahun baru, semua orang pasti berlomba-lomba membuat resolusi. Tahun 2011 kemaren, gue sempet bikin resolusi banyak-banyak dan begitu tahun tersebut berakhir gue lupa apa aja resolusinya. Jadi, resolusi 2011 adalah: jangan lupa apa resolusi tahun ini. Tentu saja itu membuat masalah baru: gue belom punya resolusi sama sekali. Mungkin kita harus melihat resolusi sebagai cara untuk diinget bahwa kita masih punya tujuan di tahun ini, gak cuman sekedar ya udah gitu aja.
eniwei, kalau mau dikompilasikan, kira-kira ini mungkin resolusi gue untuk tahun 2012:
1.Punya buku lagi, dan lebih laku dari yang sebelomnya
2.Lebih sering ngeblog
3.Punya pacar (ini udah kronis sekali)
4.Lulus SMP (ini lebih kronis lagi)
5.Mulai membuat project lain yang lebih exciting
6.Jangan lupain resolusi tahun 2011
Gue sempet nanya juga ke adek gue apa resolusi mereka, adek gue yang paling kecil bilang, Kalo resolusiku, aku pengen jadi bintang film, Bang! Nampaknya mereka ketuker antara resolusi dengan berkhayal. Gue cuman jawab, Kalo kamu jadi binatang film, kayaknya masih mungkin. Banyak sekali lowongan untuk berperan jadi binatang di film-film kita.
Pada akhirnya, apa sih pentingnya sebuah resolusi? Gue sih yakin di tengah tahun paling juga udah lupa lagi. Gue balik resolusi lama gue yang selalu gue tanamkan: yang penting sih sekarang ngejalanin apa adanya aja. Doing the best. Dan terus berusaha.
Taun baru, resolusi lama.
Tapi semangat harus tetep baru dong.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Memburu dan Memancing di Twitter
Memburu dan Memancing di Twitter
Sekitar tiga bulan lalu, ketika sedang duduk-duduk di sebuah coffee shop di Pondok Indah Mall 2, teman saya, seorang cowok yang bekerja di bidang advertising berkata dengan mantap, Gue baru naksir orang.
Lagi? tanya saya. Saya tidak terlalu kaget, teman saya ini termasuk orang yang cukup sering mengganti gebetan.
'Kenal di mana?'
'Di Twitter, katanya, kalem.'
'Gimana cara kenalannya?'
'Gampang, gue lihat twit dia ada yang di RT sama temen gue, terus gue buka timeline-nya eh lucu, gue buka fotonya eh lucu, gue mention, ketemuan, deket deh sampai sekarang.'
'Ebuset.'
'Yah, paling dua minggu lagi udah bosen, katanya.'
'Terus, kalo udah bosen?'
'Cari lagi.'
Dalam sebulan ini teman mendapatkan sekitar lima gebetan, semuanya selalu didapatkan dengan modus yang sama. Kadang korbannya siswi smp kalo engga seumuran, tapi sering kali orang yang dia gebet adalah anak seumuran dia. Yang teman saya incar adalah rasa deg-deg-seer untuk deket sama cewek-cewek ini. Rasa-rasa senangnya PDKT, dan diperhatiin sama cewek, yang menurut dia, cantik-cantik ini.
'Yang enak dari nyari cewek di Twitter, katanya. Adalah elo bisa ngegodain cewek sambil pup. Hahahaha.'
Iya sih, memang semenjak ada Twitter ngegodain cewek sambil buang air besar tentu bisa dilakukan. Hal ini berbeda dengan zaman dulu, kalau kita ngegodain cewek yang lagi lewat di jalan sambil kita buang air besar, pasti di cewek histeris.
'Lo juga bisa ngelakuin ini berbarengan, katanya, lagi. Dan kalau udah bosen, lo tinggal nyari lagi di Twitter. Stock-nya unlimited, gila!'
Di antara banyak efek yang teknologi sudah berikan kepada kita, yang paling kentara, menurut saya adalah dengan efek ADD (Attention Disorder Deficit) yang teknologi sudah berikan. Semenjak ada email, blog, dan yang paling baru, Twitter, saya merasa orang jadi punya attention span yang sangat rendah. Kita jadi tidak fokus. Kalau lagi nyetir, bawaannya mau ngecek Blackberry. Ini berlaku banget buat saya, misalnya, yang kalau lagi mau kerja (nulis) bawaannya mau ngecek email atau twitteran. Hehehe…
Sifat ADD ini juga berlaku untuk nyari gebetan. Dengan gampangnya untuk kenalan sama orang di Twitter, dengan gampangnya untuk nyari cewek yang lain lagi di Twitter, cowok-cowok jadi seperti dimanjakan. Cowok-cowok jadi bisa seenaknya untuk pindah, balik kanan, nyari cewek lain. Sementara, walaupun cewek juga bisa melakukan hal yang sama, hanya sedikit dari mereka yang sebenarnya mampu (dan mau) begitu.
Sikap doyan memburu dan memancing di Twitter ini ternyata menimbulkan problem lain buat teman saya ini. Saya bertemu lagi dengannya baru-baru ini, dan dia, tetap belum punya pacar. Dia, juga tetap melakukan tindakannya gebet sana-sini dengan belepotan. Tapi, ada masalah yang timbul. Dia bilang, Gara-gara gue tau gue bisa gampang gebet di Twitter, sekarang tiap ada orang yang udah deket sama gue pasti gue lepehin. Gue jadi gak bisa menjaga interest gue ke satu orang. Gimana ya?
Nah lho.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Terlalu Baik juga Tidak Baik
Terlalu Baik juga Tidak Baik
Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah restoran dan saya belajar bahwa terlalu baik ternyata juga tidak baik. Restoran ini adalah sebuah restoran cepat saji dan saya sudah lama sekali tidak makan di restoran ini. Yang lucu adalah pelayannya yang, menurut saya, terlalu baik. Jadi, sewaktu saya datang, dia membuka pintu dengan sangat ramah, Selamat datang ke restoran X! Saya mesem-mesem. Setelah menanyakan saya mencari tempat duduk untuk berapa orang, dia mencarikan tempat dan mempersilakan duduk, saya duduk, lalu dia memandang mata saya dan berkata dengan senyuman lebar :
'Sudah nyaman kan, duduknya?'
Saya bengong.
Terakhir kali mendengar orang berkata seperti itu kepada orang lain yang hendak makan adalah di film Rumah Dara. Ibu Dara bertanya mereka sudah nyaman belum kepada tamunya, dan tamunya berakhir di mutilasi. Setengah berharap saya tidak dimutilasi, saya berkata :
'Iya, nyaman Mbak, Hehe.'
'Silakan pesanannya, kata si Mbak yang kebaikan itu.'
'Hmmm saya pesen ini, kata saya menyebut sebuah nama makanan.'
'Pilihan yang tepat sekali! kata Mbak-Mbaknya.'
Hening.
'Terus, saya juga mesen ini, lanjut saya.'
'Pilihan yang tepat sekali! kata Mbak-mbaknya, lagi.'
'Saya juga minumnya air putih aja.'
'Pilihan yang tepat sekali!'
Nampaknya apa pun yang saya katakan selalu disamber dengan respon yang sama dengan nada bicara yang sama. Untung saya tidak bilang, Saya mau menghamili Mbak! dan dia bilang, Pilihan yang tepat sekali!
Setelah memesan, dia lalu berkata,
'Boleh saya angkat menunya?'
'Boleh.'
Dia lalu mengangkat menunya. Dia lalu bertanya lagi ke saya, 'Boleh saya tinggalkan?'
'Boleh.'
Kalau dilanjutkan, saya berpikir dia akan bertanya, Boleh saya menggerakkan kaki kanan saya? Boleh saya napas? Boleh saya berhenti ngomong boleh?
Si Mbak lalu melanjutkan dengan berkata, Namanya A, dan kalau ada ada-apa tinggal panggil saya saja. Dia lalu pergi. Sungguh mbak-mbak yang sok berani, kalau ada perampokan di restoran ini dan saya panggil dia, palingan juga dia ngibrit.
Setelah si Mbak-Mbak tersebut pergi, saya jadi kepikiran. Ternyata sebuah hal yang diniatkan jadi baik, seperti yang mbak-mbak tersebut lakukan, malah berakhir jadi nyeremin. Sorot matanya, pertanyaan-pertanyaan mbak-mbak tersebut jadi terdengar seperti robot yang sudah diprogram untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu. Maka, next time kalian, terutama cowok-cowok pergi sama cewek, jangan baik-baik amat juga deh. Jangan-jangan si cewek malah jadi serem daripada tersanjung.
Si Mbak lalu melanjutkan dengan berkata, Namanya A, dan kalau ada ada-apa tinggal panggil saya saja. Dia lalu pergi. Sungguh mbak-mbak yang sok berani, kalau ada perampokan di restoran ini dan saya panggil dia, palingan juga dia ngibrit.
Setelah si Mbak-Mbak tersebut pergi, saya jadi kepikiran. Ternyata sebuah hal yang diniatkan jadi baik, seperti yang mbak-mbak tersebut lakukan, malah berakhir jadi nyeremin. Sorot matanya, pertanyaan-pertanyaan mbak-mbak tersebut jadi terdengar seperti robot yang sudah diprogram untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu. Maka, next time kalian, terutama cowok-cowok pergi sama cewek, jangan baik-baik amat juga deh. Jangan-jangan si cewek malah jadi serem daripada tersanjung.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Kucing Persia bukan Teman yang Baik Untuk Tahun Baruan
Kucing Persia bukan Teman yang Baik Untuk Tahun Baruan
Bulan November dan Desember tahun ini jadi bulan yang paling sibuk gue di tahun 2010. Di bulan November, gue cuma ada waktu kosong selama 6 hari. Di bulan Desember, agak lebih senggang, tapi juga cukup padet. Di saat menulis ini gue tinggal punya satu kegiatan lagi untuk hari ini, dan pada akhirnya gue akan libur! Yeah!
Gue masih belom tahu gue mau liburan ke mana, tapi yang jelas satu keluarga gue semua pada pergi ke Singapura. Gue males tahun baruan jauh-jauh, dan memutuskan untuk diam saja di rumah, nampaknya gue akan tahun barusan sendirian di rumah yang kosong. Nah, nyokap gue baru saja membeli satu ekor kucing Persia baru bernama Sugoi, untuk menemani kucing Persia kita yang sudah lama ada yang namanya Alfa. Jadi, biar gue ralat pernyataan gue tadi: gue akan menghabiskan malam tahun baru ini di rumah yang kosong, dengan dua ekor kucing persia.
Gue udah bisa bayangin bagaimana membosankannya bakalan malem taun baruan gue nanti. Gue udah ngerti banget bagaimana tingkah laku kucing-kucing Persia, dan inilah mengapa kucing Persia bukan teman yang baik untuk tahun baruan:
1. Dipanggil Gak Mau Nengok
Selama punya kucing Persia, gue berpendapat kalau mereka termasuk kucing yang songong. Karateristik yang paling gue gak suka adalah mereka kalau dipanggil gak mau nengok. Entah sombong, entah rata-rata kucing Persia memang punya masalah dengan pendengaran. Hal ini akan menjadi gak asik banget pas malem tahun baru, dimana gue manggil-manggil kucing gue (untuk ngoperin minuman, atau ganti channel TV) tapi dia diam saja.
2. Sok Bersih
Kucing Persia gak suka yang kotor-kotor. Kalau mereka pup harus sebersih mungkin ditimbun dengan pasir. Ini akan jadi masalah pas malam tahun baru, di mana sampah, bekas makanan akan berserakan. Mereka mungkin bisa stress, dan kalau mereka stress, bulunya rontok.
3. Metroseksual
Seperti kita tahu, kucing Persia adalah ras kucing yang cantik: bulunya panjang dan pembawaannya anggun. Hal ini berarti: semua kucing Persia itu cantik-cantik, hal ini juga berarti semua kucing persia yang cowok itu ngondek. Kucing seperti ini jelas repot kalau dijadikan teman tahun baruan. Mereka pasti bakalan ribet, takut tangannya kotor, atau enggak dandannya lama, padahal kita sudah harus menunggu detik-detik tahun baru.
4. Tukang Tidur
Kucing Persia dikenal sebagai tukang tidur, bahkan lebih parah daripada spesies-spesies yang lain. Kucing Persia termasuk yang suka tidur kapan pun dan dimana pun. Hal ini jelas menjadi sangat enggak enak ketika kita harus tahun baruan sama kucing persia dan mereka tidur jam sembilan malam, jauh sebelum terompet tahun baru dibunyikan.
Begitulah kira-kira pendapat gue tentang kucing Persia.
Sekarang jelas lah sudah, tahun baruan gue kali ini akan benar-benar suram.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
PDKT di Era Media Sosial
PDKT di Era Media Sosial
Masa PDKT atau masa pendekatan memang masa-masa yang paling menyenangkan buat orang yang akan pacaran. Di saat PDKT ini lah semua hal yang seru-seru terjadi: pertama kali nelepon, susah tidur kepikiran, sampai pada deg-degan sewaktu first date dengan sang gebetan. Kalau semuanya sesuai dengan rencana, maka kita akan lanjut kepada kangen-kangenan, chatting tidak terputus, dan lain-lain. Di masa PDKT juga ada banyak kebiasaan aneh orang yang sedang heboh-hebohnya naksir, contohnya adalah cara mengakhiri telepon yang agak aneh seperti ini:
Aku tidur duluan ya.
Ya udah, selamet tidur ya.
Oke, kamu tutup dulu deh teleponnya.
Kamu duluan.
Ih kamu aja.
Kamu deh. Ihihihihihi.
Dan gitu terus sampai kiamat.
Padahal dulu, sekitar beberapa tahun yang lalu, kita biasa melakukan pendekatan kepada gebetan dengan SMS selamat tidur, atau pas zaman yang lebih dulu banget, ngirimin pesan kepada pager-nya. Sekarang, semua hal itu digantikan dengan update status yang agak-agak nyerempet di twitter, misalnya: Kok jadi kepikiran dia ya atau Lama-lama naksir deh atau, ini contoh nyata dari status temen saya: The more I turn away, the more I find myself walking one step closer to you. Yes, you.
Minggu lalu teman saya bercerita soal PDKT yang dia lakukan di zaman twitter ini, sewaktu kita duduk nongkrong berdua di Kemang. Dia lalu bertanya kepada saya,
Gue lagi PDKT sama orang, tapi kok dia gak ngerespon lagi ya?
Emang lo udah ngapain aja?
Fotonya udah gue tag sih di Facebook, terus kemaren gue ngirim wall. Sama, sekarang gue lagi sering nge-RT tweet-tweet-nya dia.
Di sisi yang lain, PDKT di media sosial tidak selamanya selalu baik. Temen saya yang lain, seorang cowok, ketika sedang PDKT jadi gampang bosan dengan gebetannya, karena dia terlalu sering terhubungkan dengan gebetannya. Katanya, Dikit-dikit ngeliat status dia lagi, dikit-dikit kebaca wall dia lagi, gue jadi gampang bosen. Dia juga jadi gampang gonta-ganti gebetan karena, dengan menggunakan media sosial, jadi gampang sekali untuk bertemu dengan gebetan baru. Hal ini berimbas kepada susahnya dia untuk menjaga perhatian ke satu orang cewek, menebar harapan ke banyak cewek.
Pada akhirnya, PDKT di era media sama peraturannya dengan zaman dulu: jangan banyak ngarep.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Tipe-tipe Jomblo Berdasarkan Teori Ekonomi
Beberapa waktu lalu, karena lagi
gak ada kerjaan dan kebanyakan bengong, gue nge-twit tentang tipe-tipe jomblo
yang dikelompokan berdasarkan teori ekonomi tentang penyebab-penyebab
unemployment. Belakangan ini gue baru nemu kembali twit gue yang lama tersebut,
dan kayaknya seru kalau versi expanded-nya, yang udah gue tambah-tambahin, gue
share di blog ini.
Ide untuk menulis tipe-tipe jomblo ini gue dapetin di sela-sela
lagi baca buku ekonomi makro. Selama ini gue pikir teori tentang cinta hanya
bisa disambung-sambungkan dengan teori ekonomi mikro (insentif, penawaran,
permintaan), ternyata dengan ekonomi makro seperti unemployment juga bisa
masuk.
Nah, monggo di baca, tipe-tipe jomblo berdasarkan teori ekonomi:
Jomblo Struktural
Jomblo struktural adalah jomblo karena kualitas kita (penawaran)
dgn kemauan lawan jenis (permintaan) terhadap kita tidak seimbang. Jadi, Jomblo
Struktural terjadi krn apa yang kita punya (fisik dan kepribadian) tidak sesuai
dgn apa yg lawan jenis inginkan.
Hal ini bisa kita lihat kalau kita cowok yg jelek dan cuek.
Sementara cewek yg kita incer mau co ganteng dan perhatian. Gak ktemu penawaran
dgn permintaan. Jomblo deh.
Jomblo struktural juga bisa teradap dalam kasus cewek. Misalnya,
ceweknya kulitnya item, sementara cowok-cowok yang dia taksir maunya yang putih
dan behelan. Terjadi kembali mismatch antara penawaran dengan permintaan.
Jomblo deh.
Jomblo struktural bisa dihindari dengan cara seperti ini: 1)
meningkatkan kualitas kita, supaya bisa memenuhi permintaan lawan jenis, atau
2) mencari pasar lain. Berarti kita harus mencari cewek atau cowok yang mau
dengan kualitas-kualitas (penawaran) kita. Dalam kata lain: menurunkan standar.
Jomblo Cyclical
Jomblo cyclical terjadi karena keinginan orang untuk pacaran
menurun di masa-masa tertentu, jadinya banyak yang jomblo. Misalnya: menjelang
UAN. Banyak orang jomblo berkepanjangan sewaktu menjelang UAN atau SPMB, karena
fokus cewek dan cowok masih belajar. Tidak banyak bahkan yang sudah pacaran pun
memutuskan pacarnya karena mereka ingin fokus belajar. Ini bisa menyebabkan kejombloan.
Tapi jangan khawatir, sesuai dgn namanya, cyclical, berarti ada
siklusnya. Jadi, akan ada masanya orang-orang jadi banyak yg punya pacar lagi.
Misalnya, masa liburan. Di masa ini, org pegen punya pacar, biar bisa liburan
bareng. Atau banyak orang yang cinlok di tempat berlibur. Cara terbebas dari
Jomblo Cyclical adalah dengan menunggu masa-masa orang ogah pacaran lewat.
Setahu saya, tidak ada jalan lain selain ini.
Jomblo Friksional
Jomblo Friksional adalah kejombloan yang disebabkan oleh mereka
yang baru putus dan ingin waktu sendiri dulu sebelum pacaran lagi. Jadi, Jomblo
Friksional sifatnya sukarela mereka memilih ngejomblo dulu, setelah putus dan
sebelom pacaran lagi.
Jomblo friksional biasanya terjadi pada cewek yang “gak mau
pacaran dulu” karena abis disakitin sama pacarnya dulu, dan blm mau pacaran
lagi. Caranya terbebas dari Jomblo Friksional? Move on, boys and girls. Find a
better person.
Jadi, jomblo tipe apakah kamu?
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Senin, 16 September 2013
Ayam Berdemokrasi
Ayam Berdemokrasi
Peeettook,petokkk,petokkk,yiiihhhhaaa...
Terima kasih banyak bagi yang udah ngebaca blog aib gue ini makasi makasi
*sembah sujud*.
Ok,now off to our main topic,abang gue si iyan akhir akhir ini lagi sibuk menjadi caleg daerah banten disuatu partai yang mempunyai massa yang lumanyun banyak.
Jadi inget,dia
selalu cengar-cengir dan membangakan diri dengan
bahasa inggris,niatnya sih mau
tau bahasa inggris gue selepel gak sih sama dia (dan setelah melewati rintangan
ternyata ENGGA!... huft)kata” bijak yang terakhir:
“Dek abang gak percaya kamu
bisa bahasas inggris. Kalo lo udah tidur ama bule baru deh.. lu paling jago
bahasa inggris.”
Pesanmu selalu
kukenang,abang. Entar deh gue usahain tidur sama temen cowo gue kalo kuliah
diluar negri. Huehehe
Enihooy,dikarenakan
gue sendiri ga mo kalah sama abang gue yang kadang kadang benga ini.Mari kita
sama” memilih partai “Ayam Keceh Itu Ok Sekali Loh Bo Dung Dung Pret Petok
Petok Cuih Cuih”!! Ato lebih dikenal lagi partai ”AKIOSLBDDPPCC”(iyah gue tau
susah juga buat bacanya).
Partai
AKIOSLBDDPPCC,yang notebane calegnya tak bernomor jadi pengganti nomer itu aja.
Resmilah mengikuti pemilu (Pemilihan Kuda
Lumping,not pemilihan umum dikaenakan terlalu mainstream)
Inilah lambang resmi
partai AKIOSLBDDPPCC dengan partai 69 itu lohh(jangan mikir aneh aneh dulu
coba!)
1. Gambar lingkaran merah itu,menandakan
kejantanan jenger merahnya ayam
2. Gambar disekeliling lingkaran adalah padi dan
kunyit. Kenapa padi dan kunyit?karena kunyit dapat melancarkan menstruasi cewe. Coba
kalo kapas seret kan?
3. Gambar sempak ini melambangkan betapa
pentingnya bagi umat manusia mengganti celana dalamnya setiap hari demi
kesehatan kelamin agar bisa riang gembira setelah menggantinya *gak nyambung*
Caleg nomer satu
(dan emang satu”nya)dari partai AKIOSLBDDPPCC, Guntur “Ayam Petok” Gunawan.
Emang sih tampangnya
lebih mirip dengan pantat ayamnya ketimbang kepala ayamnya... Tapi tetep aja
kan... keceh *kecehbong*.
Hehehe emang sih
partai kami partai priyai narsistic dan antic.
Propil *maklum orang
sunda gak bisa ngomong “F”*calon presiden kita,siAyam:
- Pendidikan calon
presiden kita ini engga kalah. Bahwa sempet kena gosip kalo lulus tk aja ampe 3
½ taun karena belum cukup umur buat SD . Tapi tetep aja dengan mulus menjalani
sekolah dasarnya selama 7 tahun,hanya tertinggal 1 tahun oleh mahluk”nya yg
lain *hehe engga deng gue becanda gue SD 6 tahun*. Brilian...
- Semasa aktif
dipolitik ini siAyam ini gemar nanem biji kacang ijo buat dibudidayakan dan
mencoba mengerti bagaimana caranya bertambak ikan hiu *iyah,gue juga tau gak
nyambung*.
- Aktif dibidang
OSIS selama sekolahnya diSMP dan SMA. Dia ini dikenal sebagi pengendar sepeda
nenek” yang lihai dan gemar menabung *apalagi kalo pagi pagi,dia sering nabung
diWC.
- Sempet masuk Ayam
Of the month di koran peternakan dan sempet masuk guines world record sebagai
pemakan segala jenis kerikil.
SiAyam emang pantes
jadi pemimpin bangsa ayam
Sampai disini duu
Yel” semboyan dan perjuangan partai kita:
Disini
gunung,Disana gunung..
Ditengah
tengahnya ada melati..
Saya
bingung,kamu bingungg...
KENAPA
BISA ADA MELATI !!YEAHH!?
Eniwei segini dulu
soalnya gue lagi dikejar,dikerjar sama dokter rumah sakit jiwa yang sebenernya
uda dari tadi ngejar” gue.
INGAT!IGAT!!pilih
nomer 69!ouahh yeahh!
Pesan Moral Ayam: terlalu sering banyak menonton siaran pemilu,bisa menimbulkan kerusakan permanen pada otak.
Guntur Gunawan adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang baru menyadari setelah 6 semester kalau dirinya salah jurusan. Lahir di Purwakarta 20 Oktober 1997.
Langganan:
Postingan (Atom)